<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Budidaya Ikan</title>
	<atom:link href="http://ikanternak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ikanternak.wordpress.com</link>
	<description>sekedar berbagi ilmu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2011 02:12:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ikanternak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Budidaya Ikan</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ikanternak.wordpress.com/osd.xml" title="Budidaya Ikan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ikanternak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cara Merawat Aquarium</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2011/08/20/cara-merawat-aquarium/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2011/08/20/cara-merawat-aquarium/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 10:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba - Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki akuarium di rumah merupakan cara menghilangkan stress bagi sebagian orang. Memperhatikan ikan dan hewan air di dalam akuarium merupakan keasyikan tersendiri. Untuk mendapatkan pengalaman yang mengasyikkan saat memandang penghuni akuarium dan kehidupannya,Anda harus memastikan akuarium Anda dalam keadaan bersih dan terawat. Berikut kami sajikan beberapa tips merawat akuarium Anda dengan cara yang mudah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=130&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki akuarium di rumah merup<a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2011/08/akuarium1.jpg"><img class="size-full wp-image-133 alignleft" title="akuarium" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2011/08/akuarium1.jpg?w=500" alt=""   /></a>akan cara menghilangkan stress bagi sebagian orang. Memperhatikan ikan dan hewan air di dalam akuarium merupakan keasyikan tersendiri.</p>
<p>Untuk mendapatkan pengalaman yang mengasyikkan saat memandang penghuni akuarium dan kehidupannya,Anda harus memastikan akuarium Anda dalam keadaan bersih dan terawat.</p>
<p>Berikut kami sajikan beberapa tips merawat akuarium Anda dengan cara yang mudah dan relatif murah.</p>
<p>Bila Anda memiliki akuarium air tawar,Anda dapat <strong>memelihara ikan atau hewan yang dapat membantu membersihkan kotoran dan lumut</strong> dalam akuarium. Contoh:ikan sapu-sapu,dan keong turbo. Kedua hewan ini memakan sisa-sisa makanan dan lumut di dalam akuarium. Anda juga dapat menanyakan di toko ikan langganan Anda untuk jenis hewan air lainnya yang dapat membantu mengurangi dan membersihkan akuarium Anda.</p>
<p>Untuk <strong>menjaga air akuarium tidak terlalu cepat keruh</strong>,gunakan filter akuarium yang benar-benar dapat menyaring kotoran dalam akuarium. Filter minimal yang Anda harus miliki adalah filter yang dapat menyedot air akuarium dan melalukannya ke kapas filter untuk kemudian air yang telah melewati kapas filter dijatuhkan lagi ke dalam akuarium. Anda tinggal mengganti/mencuci kapas bersih saja bila terlihat kotor.</p>
<p>Anda juga dapat memasukkan sepotong arang ke dalam akuarium Anda untuk <strong>membantu menjaga kualitas air</strong> akuarium Anda.</p>
<p>Air akuarium secara berkala harus diganti airnya. <strong>Jangan buang begitu saja air akuarium Anda</strong>. Anda dapat memanfaatkannya untuk menyiram tanaman. Kandungan vitamin,mineral,klorin dan bebas dari zat kimia yang terkandung di dalam air akuarium bekas bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman Anda.</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/serba-serbi/'>Serba - Serbi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=130&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2011/08/20/cara-merawat-aquarium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2011/08/akuarium1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">akuarium</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Ikan Gupy</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/20/budidaya-ikan-gupy/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/20/budidaya-ikan-gupy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 09:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikan Hias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong   mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=74&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/gupy.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-77" title="gupy" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/gupy.gif?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan  cara beranak sehingga pemijahannya tergolong   mudah. Induk jantan  mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang  lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di  belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa sirip  panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang  cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.</p>
<p>Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi  berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail  (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4  macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan  varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan  hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.</p>
<p>Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir  sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses  pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat  organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam  organ telur betina.</p>
<p>Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali  perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3  minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.</p>
<p>Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka  perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat  diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari  pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan  sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain  guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut  dengan sistem line.</p>
<p>Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang  mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari  warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon  sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga  untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan jantan  normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.</p>
<p><strong>Cara Mengatasi Penyakit </strong> <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/guppy2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-78" title="guppy2" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/guppy2.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>PENYAKIT yang umum menimpa guppy adalah jamur. Perlu dipahami jamur  tumbuh dengan cara yang berbeda dari bakteri. Jamur tumbuh dengan spora  dan selalu tumbuh dengan kondisi tertentu. Mereka berkembang mempunyai  siklus tertentu berupa spora kemudian berubah menjadi organisme yang  disebut miselium.</p>
<p>Jamur ini dapat berkembang biak sangat cepat, berbentuk seperti  benang/ulir dan membentuk jaringan-jaringan seperti lapisan yang tipis.  Sedangkan bakteri yang biasa menyerang guppy adalah mycobacterium  piscium, juga beberapa penyebab lainnya.</p>
<p>Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus  melakukan diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang  timbul. Penyakit yang umum menyerang ikan guppy adalah :</p>
<p><strong>a. Saprolegnia.</strong></p>
<p>Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit  ikan. Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam tempat sebanyak 2  tetes dalam satu galon air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya  berikan garam dan biarkan beberapa saat.</p>
<p>Berikan hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada  jaring ikan selama 15 sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan  malachite green atau methyline blue atau acriflavin sebagai disinfektan.  Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya diberi  tambahan ruang sebelum mengobati.</p>
<p><strong>b. Penyakit Bengkak atau Bloat</strong></p>
<p>Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini  disebabkan karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu  masukkan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh  garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam, kemudian tambahkan air  selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.</p>
<p><strong>c. Jamur Mulut</strong></p>
<p>Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang  terletak di depan mulutnya. Jamur putih tersebut merupakan koloni sangat  besar yang menempel pada mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai  tidak bisa bernapas dan makan dapat menyebabkan ikan mati. Pengobatan  menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat  merah dan metopen 2 tetes.</p>
<p><strong>d. Penyakit Insang</strong> <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/gupy2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-76" title="gupy2" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/gupy2.jpg?w=300&#038;h=212" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh  organisme virus. Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan  selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa  bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.</p>
<p>Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih  cepat dari badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah  dengan memberikan metapen mercurochrome direndam beberapa saat secara  bersamaan kemudian lakukan perawatan dengan menggunakan air garam dan  memberikan tempat yang lebih besar dan luas.</p>
<p><strong>e. Penyakit Kembung</strong></p>
<p>Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak  sulit berenang ke dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam  Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam,  kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali  tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah umum  diketahui, misalnya kutu atau jarum.</p>
<p><span style="color:darkslategray;">Article dari: Sri Mulyadi, Ir Wantoro, <a href="http://%22http//www.suaramerdeka.com%22" target="_blank">www.suaramerdeka.com</a></span></p>
<p><span style="color:darkslategray;">sumber: </span>http://www.dszoo.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-hias/'>Ikan Hias</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=74&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/20/budidaya-ikan-gupy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/gupy.gif" medium="image">
			<media:title type="html">gupy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/guppy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">guppy2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/gupy2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gupy2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Ikan Nila</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/12/65/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/12/65/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 11:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikan Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Secara genetik ikan nila GIFT ( Genetic Improvement for Farmed Tilapia ) telah terbukti memiliki keunggulan pertumbuhan dan produktivitas yang lehih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan nila lain.  Selain itu, ikan nila mempunyai sifat omnivora, sehingga dalam budidayanya akan sangat efisien, dalam biaya pakannya rendah.  Padahal Komponen biaya pakan dalam usaha budidaya mencapai 70% dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=65&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-66" title="nila1" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila11.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p>Secara         genetik ikan nila GIFT ( <em>Genetic Improvement for Farmed  Tilapia</em> )         telah terbukti memiliki keunggulan pertumbuhan dan produktivitas  yang         lehih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan nila lain.          Selain itu, ikan nila mempunyai sifat omnivora, sehingga  dalam         budidayanya akan sangat efisien, dalam biaya pakannya rendah.          Padahal Komponen biaya pakan dalam usaha budidaya  mencapai 70%         dari biaya produksi.  Sebagai         perbandingan nilai efisiensi pakan atau konversi pakan (<em> Food         Conversion Ratio</em> ), ikan nila yang dibudidayakan di tambak  atau         karamba jaring apung adalah 0,5 &#8211; 1,0 ; sedang ikan mas sekitar  2,2 &#8211;         2,8.</p>
<p>Pertumbuhan          ikan nila jantan dan betina dalam satu populasi akan selalu jauh  berbeda,         nila jantan 40% lebih cepat dari pada nila betina.          Disamping itu, yang betina apabila sudah mencapai ukuran  200 g         pertumbuhannya semakin lambat, sedangkan yang jantan tetap  tumbuh dengan         pesat.  Hal ini akan menjadi         kendala dalam memproyeksikan produksi.          untuk mengantisipasi  kendala         ini, saat ini sudah dilakukan proses jantanisasi atau membuat  populasi         ikan menjadi jantan semua ( <em>Sex-reversal</em> ) yaitu  dengancara         pemberian hormon 17 Alpa methyltestosteron selama perkembangan  larva         sampai umur 17 hari.</p>
<p>Pembenihan          ikan nila dapat dilakukan secara massal di perkolaman secara  terkontrol         ( pasangan ) dalam bak-bak beton.  Pemijahan          secara massal ternyata lebih efisien, karena biaya yang  dibutuhkan         relatif lebih kecil dalam memproduksi larva untuk jumlah yang  hampir         sama.</p>
<p>Pembesaran          ikan nila dapat dilakukan di kolam, karamba jaring apung atau di  tambak.          Budidaya nila secara monokultur di kolam rata-rata  produksinya         adalah 25.000 kg/ha/panen, di karamba jaring apung 1.000 kg/unit  (50 m<sup>2</sup>)/panen         (200.000 kg/ha/panen), dan di tambak sebanyak 15.000  kg/ha/panen.</p>
<p>Ada          segi positif dari budidaya ikan nila di tambak yaitu  pertumbuhannya         lebih cepatdibandingkan di kolam atau di jaring apung.          Ikan nila ukuran 5-8 cm yang dibudidayakan di tambak  selam 2,5         bulan dapat mencapai 200 g, sedangkan di kolam untuk mencapai  ukuran         yang sama diperlukan waktu 4 bulan.</p>
<p>Tekstur          daging ikan nila memiliki ciri tidak ada duri kecil dalam  dagingnya.          Apabila dipelihara di tambak akan lebih kenyal, dan  rasanya lebih         gurih, serta tidak berbau lumpur.  Oleh         kerena itu, ikan nila layak untuk digunakan sebagai bahan baku  dalam         industri fillet dan bentuk-bentuk olahan lain.</p>
<p><strong>A.          Pembenihan </strong></p>
<p>Lahan          atau kolam untuk pembenihan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu  kolam         pemijahan dan kolam pendederan.  Kolam-kolam  sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat ,         tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30  cm dari         permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin  kelancarannya, dan         luas kolam masing &#8211; masing 200 m<sup>2</sup>.          Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari  hama         pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing          dan lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan         perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang,  sementara         sinar matahari pun dapat masuk ke dalam kolam.</p>
<p>Induk          ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor.          perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1  dengan         padat tebar 3 ekor /m<sup>2</sup>.          Pemberian pakan berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot  biomassa         per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari.          Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi  yang         melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai  Penelitian         Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan         keunggulannya terjamin.</p>
<p>Induk          nila betina dapat matang telur setiap 45 hari.          Setiap induk betina menghasilkan larva ( benih baru  menetas )         pada tahap awal sekitar 300 g sebanyak 250-300 ekor larva.          Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva  sesuai         dengan pertambahan bobot induk betina ( 900 g ).          Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus ( 45  hari ),         induk-induk betina diistirahatkan dan dipisahkan dari induk  jantan         selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein  diatas 35 %.</p>
<p>Setelah          dua minggu masa pemeliharaan adaptasidi kolambiasanya  induk-induk betina         mulai ada yang beranak, menghasikan larva yang biasanya masih  berada         dalam pengasuhan induknya.  Larva -larva  tersebut dikumpulkan denga cara diserok memakai         serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya ditampung  dalam         happa ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m<sup>3</sup>.          Pengumpulan larva dilakukan beberapa kali dari pagi  sampai sore,         dan duusahakan larva yang terkumpul satu hari ditampung minimal  dalam         satu happa.</p>
<p><strong>B.          Jantanisasi         Benih. <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-68" title="nila2" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila2.jpg?w=500" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p>Untuk          mendapatkan benih ikan nila tunggal kelamin jantan ( monoseks )  maka         dilakukan proses jantanisasi.  Untuk         keperluan ini diperlukan minimal 24 buah happa ukuran  masing-masing 2 x         2 x 2 m<sup>3</sup> yang ditempatkan dalam kolam dengan luas  kurang         lebih 400 m<sup>2</sup> dan kedalam air minimal 1,5 m.          Kedalam setiap hapa dapat diisi larva ikan sebanyak  20.000-30.000         ekor .  Larva diberi pakan         berbentuk tepung yang telah dicampur dengan hormon 17 Alpha  Methyl         Testosteron sampai masa masa pemeliharaan selama 17 hari.</p>
<p>Larva hasil proses jantanisasi  selanjutnya dipelihara dalam         kolam pendederan berukuran 200 m<sup>2</sup>.  Kolam  sebelumnya harus dikeringkan, lumpurnya dikeduk, diberi         kapur sebanyak 50 g/m<sup>2</sup>, dan diberi pupuk kotoran ayam         sebanyak 250 g/m<sup>2</sup>.  Setelah         pengapuran dan pemupukan, kolam diisi secara perlahan-lahan  sampai         ketinggian air sekitar 70 cm, digenangi selama 3 hari, diberi  pupuk urea         dan TSP masing -masing sebanyak 2,5 g/m<sup>2</sup> dan 1,25 g/m<sup>2</sup>.          Setelah kolam pendederan terisi air selam 7 hari, benih  ikan         hasil proses jantanisasi dimasukkan dengan kepadatan 250 ekor/m<sup>2</sup>.          Pemberian pakan tambahan dapat dilakukan dengan pakan  berbentuk         tepung yang khusus untuk benih ikan.          Pemupukan ulang dengan urea dan dan TSP dilakukan  seminggu sekali         dengan takaran masing-masing 2,5 g/m<sup>2</sup> dan 1,25 g/m<sup>2</sup> kolam dan diberikan selama pemeliharaan ikan.</p>
<p>Setelah          masa pemeliharaan 21 hari, ikan denga bobot rata-rata 1,25 g (  ukuran         panjang 3-5 cm ) bisa dipanen.  Untuk         panen benih ikan nila sebaiknya digunakan jaring eret pada  pengankapan         awal.  Bila jumlah ikan         dalam kolam diperkirakan tinggal sedikit baru dilakukan  pengeringan         airnya.</p>
<p>Ikan          mempunyai daya tahan yang baik selama diangkut apabila perutnya  dalam         keadaan kosong dan suhu air media relatif dingin.          Karena itu apabila akan panen dan diangkut sebaiknya ikan  tidak         diberi makan minimal 1 hari.  Pengangkutan  menggunakan kantong plastik, dimana seper empat         bagian berisi air dan tiga per empat bagian berisi oksigen murni  yang         diberi es balok ukuran 20 x 20 x 20 cm<sup>3 </sup>( es balok  berada         dalam media air bersama benih ikan ).          Kantong plastik dengan volume 20 L bisa diisi ikan ukuran  5 cm         maksimal 1.500 ekor/kantong, dengan lama masa toleransi dalam  kantong         sekitar 10 jam.</p>
<p><strong>C.          Pembesaran  di         Tambak <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila3.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-67" title="nila3" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila3.jpg?w=500" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p>Usaha          pembesaran ikan nila di tambak dengan sistem monokultur,  mempunyai         sasaran produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.</p>
<p>Untuk          pembesaran nila di tambak, yang pertama dilakukan adalah tambak         diperbaiki pematangnya, saluran air dan pintu-pintu airnya.          Lumpur dasar tambak diangkat, selanjutnya tambak  dikeringkan,         sehingga semua hama ikan yang suka mengganggu bisa musnah.          Pengapuran dilakukan dengan takaran 50 g/m<sup>2</sup> dan         pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak 250 g/m<sup>2</sup>.          Kemudian tambak diisi air sampai ketinggian 70 cm,  setelah tiga         hari dilakukan pemupukan dengan urea dan TSP dengan takaran         masing-masing 2,5 g/m<sup>2</sup> dan 1,25 g/m<sup>2</sup>.          Pada awal pengisian air diusahakan kadar garamnya sekitar  5 ppt         dan selanjutnya bisa dinaikan selam masa pemeliharaan sampai 15  ppt.</p>
<p>Benih          yang ditebar sebaiknya berukuran <span style="text-decoration:underline;">+</span> 1,25 g ( panjang 3-5  cm )         dengan ukuran yang seragam dan sehat ditandai dengan warna  cerah,         gerakan yang gesit dan responsif terhadap pakan.          Untuk target panen ukuran rata-rata 15 g/ekor (<span style="text-decoration:underline;">+ </span>1  bulan         ), padat penebaran sebanyak 20 ekor/m<sup>2</sup>.          Sedangkan untuk terget panen ukuran 500 g/ekor (<span style="text-decoration:underline;">+</span> 6  bulan         pemeliharaan), padat penebaran sebanyak 4 ekor/m<sup>2</sup>.</p>
<p>Selama          masa pemeliharaan ini ikan diberi pakan tambahan berbentuk pelet         sebanyak 3%-5% per hari dari biomassa, dan diberikan dengan  frekuensi         tiga kali sehari, pakan tersebut harus berkualitas dengan  komposisi         protein minimal 25% ( Lampiran 2 ).</p>
<p>Pada          awal pemeliharaan, ketinggian air dipertahankan minimal 70 cm,  dan bila         masa pemeliharaan telah telah mencapai dua bulan ketinggian air  dinaikan,         sehingga menjelang pemeliharaan empat bulan ketinggian  diusahakan         mencapai 1,5 m.</p>
<p>Pemupukan          ulang dengan pupuk kandang dilakukan dua bulan sekali dengan  takaran 250         g/m<sup>2</sup>, sedangkan pemupukan ulang urea dan TSP  dilakukan setiap         minggu dengan takaran masing-masing 2,5 g/m<sup>2</sup> dan 1,25  g/m<sup>2</sup> selama masa pemeliharaan.</p>
<p>Dengan          target produksi ukuran 500 g atau lebih per ekor terutama  diperlukan         untuk produksi fillet, maka masa pemeliharaan adalah sekitar  enam bulan.          Pemanenan dilakukan dengan cara disusur dari ujung  menggunakan         jaring seser.  Bila         dirasakan populasi ikan dalam tambak sudah tinggal sedikit, baru  air         tambak dikeringkan.  Diusahakan ikan hasil  tangkapan harus dalam keadaan segar dan         prima.  Selainitu, untuk         pasar ekspor komoditas nila ini diperlukan penanganan yang lebih         hati-hati terutama sekali dari aspek higienis dan penampilan  produk.</p>
<p>Untuk          keperluan konsumsi lokal umumnya ikan dengan ukuran rata-rata  200 g/m<sup>2</sup> sudah dapat dipasarkan dalam keadaan segar.          Dalam proses penyimpanan, pengankutan dan pemasaran dapat         menggunakan es sebagai media untuk mempertahankan kesegaran  ikan.</p>
<p>sumber: http://bbat-sukabumi.tripod.com/t_benih_gift.htm</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-ternak/'>Ikan Ternak</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=65&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/12/65/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nila1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nila2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/nila3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nila3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peralatan Memancing</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/12/peralatan-memancing/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/12/peralatan-memancing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 08:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peralatan Pancing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Pancing merupakan satuan alat alat terpisah yang jika digabungkan dapat digunakan untuk melakukan kegiatan memancing. Alat alat ini yaitu joran , senar atau tali pancing atau kenur, dan mata pancing. Meski tidak semua alat – alat ini wajib digunakan berbarengan misal: anda memancing memakai senar dan mata pancing saja tanpa joran masih bisa juga khan? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=58&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pancing</strong> merupakan satuan alat alat terpisah yang  jika digabungkan dapat digunakan untuk melakukan kegiatan <a href="http://www.pemancing.com/mancing">memancing</a>. Alat alat ini  yaitu joran , senar atau tali pancing atau kenur, dan mata pancing.  Meski tidak semua alat – alat ini wajib digunakan berbarengan misal:  anda <a href="http://www.pemancing.com/mancing">memancing</a> memakai  senar dan mata pancing saja tanpa joran masih bisa juga khan? Namun jika  digabungkan semuannya kegiatan <a href="http://www.pemancing.com/mancing">memancing</a> akan lebih gampang  lebih praktis.</p>
<div id="attachment_32"><img title="pancing" src="http://pemancing.com/wp-content/uploads/2009/04/pancing-300x239.jpg" alt="alat pancing" width="300" height="239" />alat  pancing</p>
</div>
<p>Dalam kegiatan <a href="http://www.pemancing.com/pemancing">memancing</a> apapun, baik di kolam, waduk atau di daerah yang berair asin seperti di  pantai, tambak atau memancing di tengah laut, kelengkapan pancing  standard seperti yang diatas adalah persyaratan minimal. Agar <a href="http://www.pemancing.com/pemancing">pemancing</a> lebih gampang  dalam berburu <a href="http://www.pemancing.com/ikan">ikan</a>, ada juga  peralatan pancing lain yang mungkin dapat membantu seperti timbel (  pemberat ), pelampung, kili – kili ( sambungan senar ), klintingan ( bel  kecil ), peralatan potong seperti gunting atau silet dan alat  – alat  lain seperti kursi lipat, paying, yang merupakan tambahan dalam kegiatan  memancing</p>
<p>Harga alat pancing yang tidak begitu mahal membuat <a href="http://www.pemancing.com/hobby-shops">hobby</a> yang satu ini  merupakan hobby yang banyak desenangi orang. Dengan berbelanja di <a href="http://www.pemancing.com/hobby-shops">toko – toko pancing</a> yang  besar, yang memberikan harga yang murah, para <a href="http://www.pemancing.com/hobby-shops">hobbies</a> pemancing dapat  membeli semua kebutuhan pancingnya dengan harga terjangkau oleh semua  lapisan masyarakat.dan golongan. <a href="http://www.pemancing.com/hobby-shops">Hobby</a> memancing memang  tak mengenal umur lho, mulai anak – anak usia SD sampai kakek – kakek  yang masih gaul juga suka…J he..he.. udah tua masih seneng main …air…eh <a href="http://www.pemancing.com/ikan">ikan</a>…</p>
<p>Meski demikian alat – alat pancing modern dan mahal buatan luar negri  sekarang juga merambah pasar Indonesia. Harga joran, penggulung senar  yang bisa mencapai jutaan dapat dibeli di took – took pancing besar,  bahkan sekarang sudah muncul alat – alat digital untuk memudahkan <a href="http://www.pemancing.com/pemancing">pemancing</a> menunjukkan  lokasi keberadaan <a href="http://www.pemancing.com/ikan">ikan</a>…wah  enak dong…gak perlu susah – susah survey tempat dengan keliling danau. <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/pancing.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-59" title="pancing" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/pancing.jpg?w=300&#038;h=295" alt="" width="300" height="295" /></a></p>
<p><!-- Easy AdSense V2.77 --> <!-- Post[count: 2] -->Meski banyak alat modern yang menawarkan pilihan  dengan harga mahal, alat pancing sebenarnya hanya terdiri tiga bagian  itu : joran, senar atau kenur dan mata pancing. Selebihnya hobby  pemancing kadang tak bisa lepas dari hokky  alias keberuntungan <a href="http://www.pemancing.com/pemancing">pemancing</a> sendiri, meski  alat pancing yang di pakai mahal dan modern, tapi kalau gak hokky alias  gak untung alias buntung…ya ….wassalam….seharian mancing, ikan cuman  lewat doang… gak pake nyamber….kalah tuh ama pak Udin yang pakai joran  dari bambu.</p>
<p>sumber: http://pemancing.com/pancing</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/peralatan-pancing/'>Peralatan Pancing</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=58&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/12/peralatan-memancing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pemancing.com/wp-content/uploads/2009/04/pancing-300x239.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pancing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/pancing.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pancing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Ikan Mujair</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/07/budidaya-ikan-mujair/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/07/budidaya-ikan-mujair/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikan Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[1. SEJARAH SINGKAT Ikan mujair merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih dengan warna abu-abu, coklat atau hitam. Ikan ini berasal dari perairan Afrika dan pertama kali di Indonesia ditemukan oleh bapak Mujair di muara sungai Serang pantai selatan Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan mujair mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=47&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. </strong><strong>SEJARAH SINGKAT <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair4.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-52" title="mujair4" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair4.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ikan mujair  merupakan jenis <strong>ikan  konsumsi air tawar</strong>,  bentuk badan pipih</p>
<p>dengan warna  abu-abu, coklat atau hitam. Ikan ini berasal dari perairan Afrika</p>
<p>dan pertama kali di Indonesia ditemukan oleh bapak Mujair di  muara sungai</p>
<p>Serang pantai  selatan Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan mujair</p>
<p>mempunyai  toleransi yang besar terhadap kadar garam/salinit as. Jenis ikan ini</p>
<p>mempunyai  kecepatan pertumbuhan yang relatif lebih cepat, tetapi setelah</p>
<p>dewasa  percepatan pertumbuhannya akan menurun. Panjang total maksimum</p>
<p>yang dapat  dicapai ikan mujair adalah 40 cm.</p>
<p><strong>2. SENTRA PERIKANAN</strong></p>
<p>Sentra  perikanan terdapat didaerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera,</p>
<p>Kalimantan.</p>
<p><strong>3. JENIS</strong></p>
<p>Klasifikasi  ikan mujair adalah sebagai berikut:</p>
<p>Kelas : Pisces</p>
<p>Sub kelas :  Teleostei</p>
<p>Ordo :  Percomorphi</p>
<p>Sub-ordo :  Percoidea</p>
<p>Famili :  Cichlidae</p>
<p>Genus :  Oreochromis</p>
<p>Species : <em>Oreochromis mossambicus</em></p>
<p>Adapun jenis  ikan mujair yang dikenal antara lain: mujair biasa, mujair merah</p>
<p>(mujarah) atau  jamerah dan mujair albino.</p>
<p><strong>4. MANFAAT</strong></p>
<p>Sebagai sumber  penyediaan protein hewani.</p>
<p><strong>5. PERSYARATAN LOKASI</strong></p>
<p>1) Tanah yang  baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung,</p>
<p>tidak berporos.  Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar</p>
<p>dan tidak bocor  sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.</p>
<p>2) Kemiringan  tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5%</p>
<p>untuk  memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.</p>
<p>3) Ikan mujair  dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada</p>
<p>ketinggian  antara 150-1000 m dpl.</p>
<p>4) Kualitas air  untuk pemeliharaan ikan mujair harus bersih, tidak terlalu keruh</p>
<p>dan tidak  tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.</p>
<p>5) Ikan mujair  dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai</p>
<p>air deras.  Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik</p>
<p>bagi  pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mujair. Debit air untuk kolam</p>
<p>air tenang 8-15  liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air</p>
<p>deras debitnya  100 liter/menit/m3.</p>
<p>6) Keasaman air  (pH) yang baik adalah antara 7-8.</p>
<p>7) Suhu air  yang baik berkisar antara 20-25 derajat C.</p>
<p><strong>6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>6.1.  Penyiapan Sarana dan Peralatan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1)  Kolam</strong></p>
<p>Sarana berupa  kolam yang perlu disediakan dalam usaha budidaya ikan</p>
<p>mujair  tergantung dari sistim pemeliharaannya (sistim 1 kolam, 2 kolam dlsb).</p>
<p>Adapun jenis  kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan mujair</p>
<p>antara lain:</p>
<p>a. Kolam  pemeliharaan induk/kolam pemijahan</p>
<p>Kolam ini  berfungsi sebagai kolam pemijahan, kolam sebaiknya berupa</p>
<p>kolam tanah  yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam</p>
<p>induk hanya 2  ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah  suhu air</p>
<p>berkisar antara  20-22 derajat C; kedalaman air 40-60 cm; dasar kolam</p>
<p>sebaiknya  berpasir.</p>
<p>b. Kolam  pemeliharaan benih/kolam pendederan</p>
<p>Luas kolam  tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam</p>
<p>antara 30-50  cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama</p>
<p>pemeliharaan di  dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu,</p>
<p>pada saat benih  ikan berukuran 3-5 cm.</p>
<p>c. Kolam  pembesaran</p>
<p>Kolam  pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan</p>
<p>membesarkan  benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam</p>
<p>pemeliharaan  ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, yaitu:</p>
<p>- Kolam  pembesaran tahap I berfungsi untuk memelihara benih ikan</p>
<p>selepas dari  kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara</p>
<p>2-4 buah dengan  luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam.</p>
<p>Pembesaran  tahap I ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab</p>
<p>benih ukuran  ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi</p>
<p>gelondongan  kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua</p>
<p>atau langsung  dijual kepada pera petani.</p>
<p>- Kolam  pembesaran tahap II berfungsi untuk memelihara benih</p>
<p>gelondongan  besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah.</p>
<p>Keramba apung  juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm.</p>
<p>Jumlah  penebaran pembesaran tahap II sebaiknya tidak lebih dari 10</p>
<p>ekor/meter  persegi.</p>
<p>- Pembesaran  tahap III berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan</p>
<p>kolam tanah  antara 80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi.</p>
<p>d. Kolam/tempat  pemberokan</p>
<p>Merupakan  tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan</p>
<p><strong>2)  Peralatan</strong></p>
<p>Alat-alat yang  biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mujair</p>
<p>diantaranya  adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu</p>
<p>untuk menampung  sementara induk maupun benih), seser, ember-ember,</p>
<p>baskom berbagai  ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg),</p>
<p>cangkul, arit,  pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar</p>
<p>kekeruhan.</p>
<p>Sedangkan  peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan</p>
<p>mujair antara  lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan</p>
<p>panglembangan  diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat</p>
<p>menyimpan ikan,  keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk</p>
<p>mengangkut ikan  jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur</p>
<p>yang bersifat  melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara</p>
<p>terkontrol)  atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan</p>
<p>penyabetan dari  alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih),</p>
<p>sirib (untuk  menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk</p>
<p>menangkap  ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi),</p>
<p>scoopnet (untuk  menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas),</p>
<p>seser (gunanya=  scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk</p>
<p>segiempat  (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).</p>
<p><strong>3)  Persiapan Media</strong></p>
<p>Yang dimaksud  dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk</p>
<p>pemeliharaan  ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb.</p>
<p>Dalam  menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah</p>
<p>pengeringan  kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk</p>
<p>memberantas  hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi,</p>
<p>diberi  pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing</p>
<p>dengan dosis  50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk</p>
<p>buatan yang  berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram</p>
<p>dan 10  gram/meter persegi.</p>
<p><strong>6.2.  Pembibitan</strong></p>
<p>Untuk  menyiapkan bibit ikan mujair yang akan dipelihara, perlu diperhatikan</p>
<p>hal-hal  penyiapan media pemeliharaan, pemilihan dan pemeliharaan induk,</p>
<p>penetasan dan  persyaratan bibit, ciri-ciri bibit dan induk unggul.</p>
<p><strong>1)  Pemilihan Induk</strong></p>
<p>Ciri-ciri induk  bibit mujair yang unggul adalah sebagai berikut:</p>
<p>a. Mampu  memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas</p>
<p>yang tinggi.</p>
<p>b.  Pertumbuhannya sangat cepat.</p>
<p>c. Sangat  responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.</p>
<p>d. Resisten  terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.</p>
<p>e. Dapat hidup  dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.</p>
<p>f. Ukuran induk  yang baik untuk dipijahkan yaitu 100 gram lebih per</p>
<p>ekornya.</p>
<p>Adapun  ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah</p>
<p>sebagai  berikut:</p>
<p>a. Betina</p>
<p>- Terdapat 3  buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang</p>
<p>pengeluaran  telur dan lubang urine.</p>
<p>- Ujung sirip  berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.</p>
<p>- Warna perut  lebih putih.</p>
<p>- Warna dagu  putih.</p>
<p>- Jika perut  distriping tidak mengeluarkan cairan.</p>
<p>b. Jantan</p>
<p>- Pada alat  urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-50" title="mujair3" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair3.jpg?w=300&#038;h=239" alt="" width="300" height="239" /></a></p>
<p>sperma  merangkap lubang urine.</p>
<p>- Ujung sirip  berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.</p>
<p>- Warna perut  lebih gelap/kehitam-hitaman.</p>
<p>- Warna dagu  kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.</p>
<p>-  Jika perut  distriping mengeluarkan cairan.</p>
<p>-</p>
<p><strong>2)  Sistim Pembibitan</strong></p>
<p>Pembibitan ikan  mujair dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:</p>
<p>a. Sistim satu  kolam</p>
<p>Pada sistim ini  kolam pemijahan/pembenihan disatukan dengan kolam</p>
<p>pendederan/  pemeliharaan anak. Setelah dilakukan persiapan media</p>
<p>pembibitan,  tebarkan induk jantan dan betina dengan perbandingan 1:2</p>
<p>atau 1:4 dengan  jumlah kepadatan 2 pasang/10 meter persegi.</p>
<p>Pamanenan  dilakukan setiap 2 minggu sekali.</p>
<p>b. Sistim dua  kolam</p>
<p>Pada sistim ini  proses pemijahan dan pendederan dilakukan pada kolam</p>
<p>terpisah,  dengan perbandingan luas kolam pemijahan dengan kolam</p>
<p>pendederan  adalah 1:2 atau 1:4. Dasar kolam pendederan harus lebih</p>
<p>rendah dari  dasar kolam lainnya agar aliran air cukup deras mengalir dari</p>
<p>kolam pemijahan  ke kolam pendederan. Pada pintu kedua kolam tersebut</p>
<p>dipasang  saringan kasar agar hanya anak-anak ikan saja yang dapat</p>
<p>lewat. Jumlah  dan kepadatan induk jantan dan betina yang disebarkan</p>
<p>sama dengan  sistim satu kolam.</p>
<p>c. Sistim  platform</p>
<p>Pada sistim ini  kolam dibagi dalam 4 bagian, yaitu kolam pertama sebagai</p>
<p>tempat induk  jantan dan betina bertemu atau tempat pemijahan. Kolam</p>
<p>kedua tempat  induk betina dimana disekat oleh kisi atau krei bambu</p>
<p>dengan ukuran  lubang-lubang sebesar badan induk betina sehingga</p>
<p>hanya induk  betina yang dapat lolos ke kolam kedua ini. Kolam ketiga</p>
<p>merupakan  temapt pelepasan larva dan temapat yang ke empat adalah</p>
<p>tempat  pendederan. Persiapan media dan jumlah induk yang dilepas</p>
<p>sama dengan  sistim yang pertama.</p>
<p><strong>3)  Pembenihan</strong></p>
<p>Pemijahan dan  penetasan ikan mujair berlangsung sepanjang tahun pada</p>
<p>kolam pemijahan  dan tidak memerlukan lingkungan pemijahan secara</p>
<p>khusus. Hal  yang perlu dilakukan adalah penyiapan media pemeliharaan</p>
<p>seperti  pengerikan pengapuran dan pemupukan. Ketinggian air di kolam</p>
<p>dipertahankan  sekitar 50 cm.</p>
<p>Untuk menambah  tingkat produkivitas dan kesuburan, maka diberikan</p>
<p>makanan  tambahan dengan komposisi sebagai berikut: tepung ikan 25%,</p>
<p>tepung kopra  10% dan dedak halus sebesar 65%. Komposisi ransum ini</p>
<p>digunakan dalam  usaha budidaya ikan mujair secara komersial. Dapat juga</p>
<p>diberi makanan  yang berupa pellet yang berkadar protein 20-30% dengan</p>
<p>dosis 2-3% dari  berat populasi per hari, diberikan sebanyak 2 kali/hari yaitu</p>
<p>pada pagi dan  sore hari.</p>
<p>Pemijahan akan  terjadi setelah induk jantan membuat lubang sarang yang</p>
<p>berupa cekungan  di dasar kolam dengan garis tengah sekitar 10-35 cm.</p>
<p>Begitu  pembuatan sarang pemijahan selesai, segera berlangsung proses</p>
<p>pemijahan.  Setelah proses pembuahan selesai, maka telur-telur hasil</p>
<p>pemijahan  segera dikumpulkan oleh induk betina ke dalam mulutnya untuk</p>
<p>dierami hingga  menetas. Pada saat tersebut induk betina tidak aktif makan</p>
<p>sehingga  terlihat tubuhnya kurus. Telur akan menetas setelah 3-5 hari pada</p>
<p>suhu air  sekitar 25-27 derajat C. Setelah sekitar 2 minggu sejak penetasan,</p>
<p>induk betina  baru melepaskan anak-anaknya, karena telah mampu mencari</p>
<p>makanan  sendiri.</p>
<p><strong>4)  Pemeliharaan Bibit</strong></p>
<p>Pendederan atau  pemeliharaan anak ikan mujair dilakukan setelah telur-telur</p>
<p>hasil pemijahan  menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan</p>
<p>yang sudah siap  menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan</p>
<p>terlebih dahulu  serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan</p>
<p>dipupuk sesuai  ketentuan. Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit</p>
<p>diseuaikan  dengan ketentuan.</p>
<p>Jumlah  penebaran dalam kolam pendederan tergantung dari ukuran benih</p>
<p>ikan. Benih  ikan ukuran 1-3 cm, jumlah penebarannya sekitar 30-50</p>
<p>ekor/meter  persegi, ukuran 3-5 cm jumlah penebarannya berkisar 5-10</p>
<p>ekor/meter  persegi. Sedangkan anak ikan ukuran 5-8 cm jumlah</p>
<p>penebarannya  2-5 ekor/meter persegi. Untuk benih yang ukuran 5-8 cm ini,</p>
<p>sebaiknya  dilakukan secara monoseks kultur, karena pada ukuran tersebut</p>
<p>benih ikan  sudah dapat dibedakan yang berjenis kelamin jantan atau betina.</p>
<p><strong>6.3.  Pemeliharaan Pembesaran                              <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujahir.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-48" title="mujahir" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujahir.jpg?w=500" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p>Pemeliharaan  pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun</p>
<p>monokultur.</p>
<p><strong>a)  Polikultur</strong></p>
<p>1. ikan mujair  50%, ikan tawes 20%, dan mas 30%, atau</p>
<p>2. ikan mujair  50%, ikan gurame 20% dan ikan mas 30%.</p>
<p><strong>b)  Monokultur</strong></p>
<p>Pemeliharaan  sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan</p>
<p>dengan  polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk</p>
<p>jantan dan  betina.</p>
<p>Pembesaran ikan  mujair pun dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa</p>
<p>berukuran 1 x 2  m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa</p>
<p>dapat  disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang</p>
<p>diberokan dapat  dipergunakan pula untuk pemijahan dan pemeliharaan benih</p>
<p>ikan mujair.  Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat</p>
<p>menampung air  sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1-1,5 m dengan</p>
<p>kedalaman 60-75  cm.</p>
<p>1) Pemupukan</p>
<p>Pemupukan kolam  bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam,</p>
<p>yaitu dengan  cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyakbanyaknya.</p>
<p>Pupuk yang  biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk</p>
<p>hijau dengan  dosis 50–700 gram/m2</p>
<p>2) Pemberian  Pakan</p>
<p>Apabila tingkat  produkivitas dan kesuburan kolam sudah semakin berkurang,</p>
<p>maka bisa  diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut:</p>
<p>tepung ikan  25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%.</p>
<p>Komposisi  ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan munjair secara</p>
<p>komersial.  Dapat juga diberi makanan yang berupa pellet yang berkadar</p>
<p>protein 20-30%  dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari, diberikan</p>
<p>sebanyak dua  kali per hari yaitu pada pagi dan sore hari.</p>
<p>Disamping itu  juga kondisi pakan dalam perairan tersebut sesuai dengan</p>
<p>dosis atau  ketentuan yang ada. Yaitu selain pakan dari media dasar juga</p>
<p>perlu diberi  makanan tambahan berupa hancuran pellet atau remah dengan</p>
<p>dosis 10% dari  berat populasi per hari. Pemberiannya 2-3 kali/hari.</p>
<p>3) Pemeliharaan  Kolam/Tambak</p>
<p>Dalam hal  pemeliharaan ikan mujair yang tidak boleh terabaikan adalah</p>
<p>menjaga kondisi  perairan agar kualitas air cukup stabil dan bersih serta tidak</p>
<p>tercemari/teracuni  oleh zat beracun.</p>
<p><strong>7. HAMA DAN PENYAKIT</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>7.1.  Hama</strong></p>
<p>1) Bebeasan  (Notonecta)</p>
<p>Berbahaya bagi  benih karena sengatannya. <strong>Pengendalian</strong>: menuangkan</p>
<p>minyak tanah ke  permukaan air 500 cc/100 meter persegi.</p>
<p>2) Ucrit (Larva  cybister)</p>
<p>Menjepit badan  ikan dengan taringnya hingga robek. <strong>Pengendalian</strong>: sulit</p>
<p>diberantas;  hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.</p>
<p>3) Kodok</p>
<p>Makan telur  telur ikan. <strong>Pengendalian</strong>: sering membuang telur yang</p>
<p>mengapung;  menagkap dan membuang hidup-hidup.</p>
<p>4) Ular</p>
<p>Menyerang benih  dan ikan kecil. <strong>Pengendalian</strong>: lakukan penangkapan;</p>
<p>pemagaran  kolam.</p>
<p>5) Lingsang</p>
<p>Memakan ikan  pada malam hari. <strong>Pengendalian</strong>:pasang jebakan berumpun.</p>
<p>6) Burung</p>
<p>Memakan benih  yang berwarna menyala seperti merah, kuning.</p>
<p><strong>Pengendalian</strong>: diberi penghalang bambu agar supaya  sulit menerkam; diberi</p>
<p>rumbai-rumbai  atau tali penghalang.</p>
<p><strong>7.2.  Penyakit</strong></p>
<p>Secara umum  hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya</p>
<p>penyakit dan  hama pada budidaya ikan mujair:</p>
<p>a) Pengeringan  dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.</p>
<p>b) Pemeliharaan  ikan yang benar-benar bebas penyakit.</p>
<p>c) Hindari  penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.</p>
<p>d) Sistem  pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu</p>
<p>pemasukan air.</p>
<p>e) Pemberian  pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.</p>
<p>f) Penanganan  saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan</p>
<p>secara  hati-hati dan benar.</p>
<p>g) Binatang  seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters)</p>
<p>sebagai pembawa  penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.</p>
<p><strong>8. PANEN</strong></p>
<p>Pemanenan ikan  mujair dapat dilakukan dengan cara: panen total dan panen</p>
<p>sebagian.</p>
<p>1) Panen  sebagian atau panen selektif</p>
<p>Panen selektif  dilakukan tanpa pengeringan kolam, ikan yang akan dipanen</p>
<p>dipilih dengan  ukuran tertentu (untuk pemanenan benih). Ukuran benih yang</p>
<p>akan dipanen  (umur 1-1,5 bulan) tergantung dari permintaan konsumen,</p>
<p>umumnya  digolongkan untuk ukuran: 1-3 cm; 3-5 cm dan 5-8 cm.</p>
<p>Pemanenan  dilakukan dengan menggunakan waring yang di atasnya telah</p>
<p>ditaburi umpan  (dedak). Ikan yang tidak terpilih (biasanya terluka akibat</p>
<p>jaring),  sebelum dikembalikan ke kolam sebaiknya dipisahkan dan diberi obat</p>
<p>dengan larutan  malachite green 0,5-1,0 ppm selama 1 jam.</p>
<p>2) Panen total</p>
<p>Umumnya panen  total dilakukan untuk menangkap/memanen ikan hasil</p>
<p>pembesaran.  Umumnya umur ikan mujair yang dipanen berkisar antara 5</p>
<p>bulan dengan  berat berkisar antara 30-45 gram/ekor. Panen total dilakukan</p>
<p>dengan cara  mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm.</p>
<p>Petak  pemanenan/petak penangkapan dibuat seluas 1 m persegi di depan</p>
<p>pintu  pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan</p>
<p>ikan. Pemanenan  dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan</p>
<p>menggunakan  waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan</p>
<p>secepatnya dan  hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.</p>
<p><strong>9. PASCAPANEN</strong></p>
<p>Penanganan  pascapanen ikan mujair dapat dilakukan dengan cara</p>
<p>penanganan ikan  hidup maupun ikan segar.</p>
<p>1) Penanganan  ikan hidup</p>
<p>Adakalanya ikan  konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam</p>
<p>keadaan hidup.  Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke</p>
<p>konsumen dalam  keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:</p>
<p>a. Dalam  pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajatC.</p>
<p>b. Waktu  pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.</p>
<p>c. Jumlah  kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.</p>
<p>2) Penanganan  ikan segar</p>
<p>Ikan segar mas  merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang</p>
<p>perlu  diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:</p>
<p>a. Penangkapan  harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.</p>
<p>b. Sebelum  dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.</p>
<p>c. Wadah  pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak</p>
<p>dekat (2 jam  perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan</p>
<p>daun  pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan</p>
<p>seng atau  fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi</p>
<p>kotak maksimum  50 cm.</p>
<p>d. Ikan  diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C.</p>
<p>Gunakan es  berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan</p>
<p>jumlah es dan  ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian</p>
<p>ikan disusun di  atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es</p>
<p>lagi dan  seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian</p>
<p>juga antara  ikan dengan penutup kotak.</p>
<p>Sedangkan  hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah</p>
<p>sebagai  berikut:</p>
<p>1) Benih ikan  harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan</p>
<p>tidak cacat.  Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong</p>
<p>plastik (sistem  tertutup) atau keramba (sistem terbuka).</p>
<p>2) Air yang  dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan</p>
<p>penyakit serta  bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air</p>
<p>sumur yang  telah diaerasi semalam.</p>
<p>3) Sebelum  diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari.</p>
<p>Gunakan tempat  pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan</p>
<p>aerasi yang  baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m</p>
<p>atau 2 m x 0,5  m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat</p>
<p>menampung benih  ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5</p>
<p>cm. Jumlah  benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran</p>
<p>benihnya.</p>
<p>4) Berdasarkan  lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi</p>
<p>menjadi dua  bagian, yaitu:</p>
<p>a. Sistem  terbuka</p>
<p>Dilakukan untuk  mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak</p>
<p>memerlukan  waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap</p>
<p>keramba dapat  diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar</p>
<p>5000 ekor benih  ukuran 3-5 cm.</p>
<p>b. Sistem  tertutup</p>
<p>Dilakukan untuk  pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu</p>
<p>lebih dari 4-5  jam, menggunakan kantong plastik. Volume media</p>
<p>pengangkutan  terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer</p>
<p>Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih  ikan yang</p>
<p>diangkut dengan  kantong plastik: (1) masukkan air bersih ke dalam</p>
<p>kantong plastik  kemudian benih; (3) hilangkan udara dengan menekan</p>
<p>kantong plastik  ke permukaan air; (3) alirkan oksigen dari tabung dialirkan</p>
<p>ke kantong  plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga</p>
<p>(air:oksigen=1:1);  (4) kantong plastik lalu diikat. (5) kantong plastik</p>
<p>dimasukkan ke  dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos</p>
<p>yang berukuran  panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat</p>
<p>diisi 2 buah  kantong plastik.</p>
<p>Beberapa hal  yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan</p>
<p>adalah sebagai  berikut:</p>
<p>1) Siapkan  larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam</p>
<p>10 liter air  bersih).</p>
<p>2) Buka kantong  plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam</p>
<p>setempat  sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik</p>
<p>terjadi  perlahan-lahan.</p>
<p>3) Pindahkan  benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2</p>
<p>menit.</p>
<p>4) Masukan  benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan</p>
<p>benih ikan  diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan</p>
<p>dengan  tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat</p>
<p>juga digunakan  obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm  atau formalin</p>
<p>sebanyak 4%  selama 3-5 menit.</p>
<p>5) Setelah 1  minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.</p>
<p><strong>10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>10.1  Analisis Usaha Budidaya</strong></p>
<p>Perkiraan  analisis usaha budidaya pembenihan ikan mujair selama 1 bulan</p>
<p>pada tahun 1999  di daerah Jawa Tengah adalah sebagai berikut:</p>
<p>1) Biaya  produksi</p>
<p>a. Sewa kolam  Rp. 120.000,-</p>
<p>b. Benih ikan  mujair 4000 ekor, @ Rp.150,- Rp. 600.000,-</p>
<p>c. Pakan</p>
<p>- Dedak 8  karung @ Rp.800,- Rp. 6.400,-</p>
<p>d. Obat dan  pupuk</p>
<p>- Kotoran ayam 4  karung, @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-</p>
<p>- Urea dan TSP  10 kg, @ Rp.1.800,- Rp. 18.000,-</p>
<p>- Kapur 30 kg, @  Rp. 1.200,- Rp. 36.000,-</p>
<p>e. Peralatan  Rp. 96.000,-</p>
<p>f. Tenaga kerja  1 orang @ Rp. 7000,- Rp. 210.000,-</p>
<p>g. Biaya tak  terduga 10% Rp. 111.440,-</p>
<p>Jumlah biaya  produksi Rp.1.225.840,-</p>
<p>2) Pendapatan  benih ikan 85%,4000 ekor @ Rp.550,- Rp.1.870.000,-</p>
<p>3) Keuntungan  Rp. 644.160,-</p>
<p>4) Parameter  kelayakan usaha</p>
<ol>
<li>B/C ratio  11,52</li>
</ol>
<p><strong>10.2.Gambaran  Peluang Agribisnis</strong></p>
<p>Dengan adanya luas perairan umum di  Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa,</p>
<p>danau alam dan buatan seluas hampir  mendekati 13 juta ha merupakan potensi</p>
<p>alam yang sangat baik bagi pengembangan  usaha perikanan di Indonesia.</p>
<p>Disamping itu banyak potensi pendukung  lainnya yang dilaksanakan oleh</p>
<p>pemerintah dan swasta dalam hal  permodalan, program penelitian dalam hal</p>
<p>pembenihan, penanganan penyakit dan hama  dan penanganan pasca panen,</p>
<p>penanganan budidaya serta adanya kemudahan  dalam hal periizinan import.    <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-49" title="Mujair2" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Walaupun permintaan di tingkal pasaran  lokal akan ikan mujair dan ikan air</p>
<p>tawar lainnya selalu mengalami pasang  surut, namun dilihat dari jumlah hasil</p>
<p>penjualan secara rata-rata selalu  mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.</p>
<p>Apabila pasaran lokal ikan mujair  mengalami kelesuan, maka akan sangat</p>
<p>berpengaruh terhadap harga jual baik di  tingkat petani maupun di tingkat grosir</p>
<p>di pasar ikan. Selain itu penjualan benih  ikan mujair boleh dikatakan hampir tak</p>
<p>ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain  adanya potensi pendukung dan</p>
<p>faktor permintaan komoditi perikanan untuk  pasaran lokal, maka sektor</p>
<p>perikanan merupakan salah satu peluang  usaha bisnis yang cerah.</p>
<p><strong>11. DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>1) Sugiarti,  Ir. 1988. Teknik Pembenihan Ikan Mujair dan Nila Penerbitan CV</p>
<p>Simpleks  (Anggota IKAPI) Jakarta.</p>
<p>2) Rahardi, F.  1993. Kristiawati, Regina. Nazaruddin. Agribisnis Perikanan,</p>
<p>Penerbit  Swadaya, Jakarta.</p>
<p>sumber: http://sutanmuda.wordpress.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-ternak/'>Ikan Ternak</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=47&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/07/budidaya-ikan-mujair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mujair4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mujair3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujahir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mujahir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mujair2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mujair2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Ikan Mas Koki</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-mas-koki/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-mas-koki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 06:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikan Hias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[1. P 1. PENDAHULUAN Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan  ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi. 2. PEMIJAHAN Pemilihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=35&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong><span style="color:#ffffff;">1. P</span></strong></strong></p>
<p><strong>1. PENDAHULUAN <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/ikan41.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-36" title="ikan4" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/ikan41.jpg?w=300&#038;h=231" alt="" width="300" height="231" /></a><br />
</strong></p>
<p>Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan  ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.</p>
<p><strong>2. PEMIJAHAN</strong></p>
<p>Pemilihan induk</p>
<p>1. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur + 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.</p>
<p>2. Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.<br />
3. Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.</p>
<p>Perbedaan jantan dan betina</p>
<table style="height:84px;" border="1" cellspacing="1" cellpadding="0" width="80%">
<tbody>
<tr>
<td width="49%" valign="top">INDUK   JANTAN</td>
<td width="48%" valign="top">INDUK   BETINA</td>
</tr>
<tr>
<td width="49%" valign="top">Pada   sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa   kasar.</td>
<td width="48%" valign="top">Pada   sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.</td>
</tr>
<tr>
<td width="49%" valign="top">Induk   yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan   berwarna putih</td>
<td width="48%" valign="top">Jika   diurut, keluar cairan kuning bening.Pada induk yang telah matang, perut   terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Cara pemijahan</p>
<p>Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.</p>
<p>Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.</p>
<p>Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan erikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.</p>
<p><strong>3. PEMELIHARAAN BENIH</strong></p>
<p>Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).</p>
<p>Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring.</p>
<p>Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.</p>
<p>Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.</p>
<p>Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.</p>
<p>Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.</p>
<p><strong> 4. PEMBESARAN <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mas-koki2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-37" title="mas koki2" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mas-koki2.jpg?w=500" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p>Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk.</p>
<p>Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat</p>
<p>dikurangi atau dihilangi.</p>
<p>Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m.</p>
<p>Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.</p>
<p>Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan.</p>
<p>Makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.</p>
<p>Setelah berumur 4 bulan ikan sudah merupakan calon induk. Untuk itu jantan dan betina segera dipisahkan sampai berumur 8 bulan yang telah siap dipijahkan. Untuk induk ikan sebaiknya makanan yang diberikan yaitu berupa jentik nyamuk (cuk).</p>
<p>Sepasang induk dapat menghasilkan telur 2.000 s/d 3.000 butir untuk sekali pemijahan.</p>
<p><strong>sumber</strong> : Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-hias/'>Ikan Hias</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=35&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-mas-koki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/ikan41.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikan4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/mas-koki2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mas koki2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Ikan Cupang</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-cupang/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-cupang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 04:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikan Hias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Keindahan tubuh dan ciri-ciri yang spesifik yang dimiliki oleh setiap ikan hias serta nilai ekonomis, adalah faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan hias. Salah satu jenis ikan yang memiliki syarat-syarat tersebut adalah ikan cupang hias. Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=21&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table width="80%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" height="819" valign="top"><a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/cupang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-24" title="CUPANG" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/cupang.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Keindahan tubuh dan ciri-ciri yang  spesifik yang dimiliki oleh setiap       ikan hias serta nilai ekonomis, adalah faktor utama yang harus  diperhatikan       dalam budidaya ikan hias. Salah satu jenis ikan yang memiliki  syarat-syarat       tersebut       adalah       ikan cupang hias.</p>
<p>Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan  cupang hias tidaklah memerlukan       lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi.  Di       Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan  diatas dak       rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan  wadah bekas       ataupun       kolam bak semen     atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan,  karena     tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya  digunakan       pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan  di selokan       yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari  jentik-jentik       nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan  diselingi     dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.</p>
<p><strong>Wadah Budidaya</strong></p>
<p>Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak  semen atau akuarium yang     ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x  40 x     50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran,  yang       bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember  dapat dipakai       untuk memijahkan ikan.</p>
<p><strong>Ciri-ciri khusus</strong></p>
<p>Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang  hias jantan adalah selain       warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir  serit, sehingga     sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak  menarik       (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.<br />
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :</p>
<p>Umur ± 4 bulan<br />
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.<br />
Gerakannya agresif dan lincah.<br />
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).</p>
<p><strong>Ciri-ciri ikan betina </strong>:</p>
<p>Umur telah mencapai +- 4 bulan<br />
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.<br />
Gerakannya lambat.<br />
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.<br />
kondisi badan sehat.</p>
<p><strong>Pemijahan dan perawatan ikan</strong></p>
<p>Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu  pula dengan wadahnya maka     langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan: <a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/ikan31.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-22" title="ikan3" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/ikan31.jpg?w=300&#038;h=228" alt="" width="300" height="228" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4">
<ol>
<li>Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.</li>
<li>Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 &#8211; 30 Cm.</li>
<li>Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.</li>
<li>Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.</li>
<li>Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur  dimasukan         ke dalam wadah pemijahan.</li>
<li>Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel  disarang         berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.</li>
<li>Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk  merawat         telur sampai menetas.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4"><strong>Pembesaran anak</strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4">
<ol>
<li>Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis  kuning         telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk  tempat pembesaran.</li>
<li>Pindahkan anakan bersama induk jantannya.</li>
<li>Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.</li>
<li>Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.</li>
<li>Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat  lain         untuk lebih cepat tumbuh.</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4"><strong>Pasca Panen</strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4">
<div>Pasca panen yaitu  setelah         ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan  pemanenan sekaligus         dapat diseleksi atau dipilih.         Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan  dengan         ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat  berkembang dengan         baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2  bulan cupang       hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.</div>
<div>sumber : http://www.jakarta.go.id/</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-hias/'>Ikan Hias</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=21&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-cupang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/cupang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CUPANG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/ikan31.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikan3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya Ikan Lele</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-lele/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-lele/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 04:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikan Ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Peluang usaha budi daya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang cukup  diperhitungkan saat ini. Apabila kita perhatikan banyak terdapat  penjual pecel lele yang memerlukan pasokan ikan lele setiap harinya, hal inilah yang membuat permintaan  ikan tersebut menjadi semakin tinggi di pasaran dan membuka potensi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Ternak ikan lele relatif  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=17&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/lele.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" title="lele" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/lele.jpg?w=300&#038;h=177" alt="" width="300" height="177" /></a></p>
<p><a href="http://promosipeluangusaha.com/peluang-usaha-cuci-sepeda-motor/">Peluang  usaha</a> budi daya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang  cukup  diperhitungkan saat ini. Apabila kita perhatikan banyak terdapat   penjual pecel lele yang memerlukan pasokan <a href="http://promosipeluangusaha.com/peluang-usaha-budi-daya-ikan-lele/">ikan  lele </a>setiap harinya, hal inilah yang membuat permintaan  ikan  tersebut menjadi semakin tinggi di pasaran dan membuka potensi <a href="http://promosipeluangusaha.com/peluang-usaha-cuci-sepeda-motor/">peluang  bisnis</a> yang cukup menjanjikan. <a href="http://promosipeluangusaha.com/peluang-usaha-budi-daya-ikan-lele/">Ternak  ikan lele</a> relatif  lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan air  tawar lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap  penyakit maupun kondisi lingkungan. Berikut ini adalah gambaran secara  umum tentang cara <a href="http://promosipeluangusaha.com/peluang-usaha-budi-daya-ikan-lele/">budidaya  ikan lele</a></p>
<p>*Pembenihan Lele.</p>
<p>Adalah budidaya lele untuk menghasilkan  benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan  betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai  prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha  pembesaran lele.</p>
<p>* Sistem Budidaya</p>
<p>Terdapat 3 sistem pembenihan yang  dikenal, yaitu :</p>
<p><em>1. Sistem Massal.</em> Dilakukan  dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan  perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa  mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga  sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.</p>
<p><em>2. Sistem Pasangan.</em> Dilakukan  dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus.  Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok  antara kedua induk.</p>
<p><em>3. Pembenihan Sistem Suntik  (Hyphofisasi).</em></p>
<p>Dilakukan dengan merangsang lele untuk  memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise,  yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus  ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis  lele.</p>
<p>*Tahap Proses Budidaya</p>
<p>A. Pembuatan Kolam.</p>
<p>Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan  kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya  disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak  maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :</p>
<p><em>Kolam tandon.</em> Mendapatkan  masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan  lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini  merupakan sumber air untuk kolam yang lain.</p>
<p><em>Kolam pemeliharaan induk</em>. Induk  jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam  tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel  sperma.</p>
<p><em>Kolam Pemijahan.</em> Tempat  perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang  pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat  hubungan induk jantan dan betina.</p>
<p>Kolam Pendederan. Berfungsi untuk  membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari.  Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan  pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk  dalam saluran pencernaannya.</p>
<p>B. Pemilihan Induk</p>
<p>Induk jantan mempunyai  tanda :</p>
<p>- tulang kepala berbentuk pipih</p>
<p>- warna lebih gelap</p>
<p>- gerakannya lebih lincah</p>
<p>- perut ramping tidak terlihat lebih  besar daripada punggung</p>
<p>- alat kelaminnya berbentuk runcing.</p>
<p>Induk betina bertanda :</p>
<p>- tulang kepala berbentuk cembung</p>
<p>- warna badan lebih cerah</p>
<p>- gerakan lamban</p>
<p>- perut mengembang lebih besar daripada  punggung  alat kelamin berbentuk bulat.</p>
<p>C. Persiapan Lahan.</p>
<p>Proses pengolahan lahan (pada  kolam tanah) meliputi :</p>
<p>- <em>Pengeringan.</em> Untuk  membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.</p>
<p>- <em>Pengapuran.</em> Dilakukan dengan  kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman  tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.</p>
<p>- <em>Perlakuan TON (Tambak Organik  Nusantara)</em>. untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya  hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5  botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang  juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.</p>
<p>- <em>Pemasukan Air</em>. Dilakukan  secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari  untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.</p>
<p>Pada tipe kolam berupa bak,  persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :</p>
<p>- Pembersihan bak dari kotoran/sisa  pembenihan sebelumnya.</p>
<p>- Penjemuran bak agar kering dan bibit  penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi  perlakuan TON dengan dosis sama</p>
<p>D. Pemijahan.</p>
<p>Pemijahan adalah proses pertemuan induk  jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda  induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina  tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau).  Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam  akan menetas menjadi anakan lele.</p>
<p>E. Pemindahan.</p>
<p>Cara pemindahan :</p>
<p>- kurangi air di sarang pemijahan sampai  tinggi air 10-20 cm.</p>
<p>- siapkan tempat penampungan dengan  baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.</p>
<p>- samakan suhu pada kedua kolam</p>
<p>- pindahkan benih dari sarang ke wadah  penampungan dengan cawan atau piring.</p>
<p>- pindahkan benih dari penampungan ke  kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan  terhadap tingginya suhu air.</p>
<p>F. Pendederan.</p>
<p>Adalah pembesaran hingga berukuran siap  jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam  pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau  penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan  lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele  dipindahkan ke kolam pendederan ini.</p>
<p><a href="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/lele3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-45" title="lele3" src="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/lele3.jpg?w=300&#038;h=229" alt="" width="300" height="229" /></a></p>
<p>* Manajemen Pakan</p>
<p>Pakan anakan lele berupa :</p>
<p>- pakan alami berupa plankton,  jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada  umur di bawah 3 – 4 hari.</p>
<p>- Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4  hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.</p>
<p>- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap  pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg  pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan  ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting,  protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.</p>
<p>* Manajemen Air</p>
<p>Ukuran kualitas air dapat dinilai secara  fisik :</p>
<p>- air harus bersih</p>
<p>- berwarna hijau cerah</p>
<p>- kecerahan/transparansi sedang (30 – 40  cm).</p>
<p>Ukuran kualitas air secara kimia :</p>
<p>- bebas senyawa beracun seperti amoniak</p>
<p>- mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).</p>
<p>Untuk menjaga kualitas air agar selalu  dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON  yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat  dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang  berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun  dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan  pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada  permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau  sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25  g/100m2.</p>
<p>* Manajemen Kesehatan</p>
<p><img title="budidaya ikan lele" src="http://promosipeluangusaha.com/wp-content/uploads/2010/01/budidaya-ikan-lele2.jpg" alt="budidaya ikan lele" width="123" height="92" />Pada dasarnya, anakan  lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh  yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh  kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat  mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa,  jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan  lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan  pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan  POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang  penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai.  Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan  jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat)  atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis  yang digunakan juga harus sesuai.</p>
<p>Sumber: http://promosipeluangusaha.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-ternak/'>Ikan Ternak</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=17&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/05/budidaya-ikan-lele/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/lele.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lele</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikanternak.files.wordpress.com/2010/07/lele3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lele3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://promosipeluangusaha.com/wp-content/uploads/2010/01/budidaya-ikan-lele2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">budidaya ikan lele</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serba Serbi Perawatan Ikan</title>
		<link>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/01/serbaserbiperawatanikan/</link>
		<comments>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/01/serbaserbiperawatanikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 08:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aris munandar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikan Hias]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Serba - Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikanternak.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini akan membahas segala cara tentang perawatan ikan ternak maupun ikan hias. . Tetapi blog ini masih dalam tarap development. Mohon bersabar ya. Terimakasih Filed under: Ikan Hias, Ikan Ternak, Serba - Serbi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=1&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini akan membahas segala cara tentang perawatan ikan ternak maupun ikan hias. . Tetapi blog ini masih dalam tarap development. Mohon bersabar ya. Terimakasih</p>
<br />Filed under: <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-hias/'>Ikan Hias</a>, <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/ikan-ternak/'>Ikan Ternak</a>, <a href='http://ikanternak.wordpress.com/category/serba-serbi/'>Serba - Serbi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikanternak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikanternak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikanternak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikanternak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikanternak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikanternak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikanternak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikanternak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikanternak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikanternak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikanternak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikanternak.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikanternak.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikanternak.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikanternak.wordpress.com&amp;blog=14473294&amp;post=1&amp;subd=ikanternak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikanternak.wordpress.com/2010/07/01/serbaserbiperawatanikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2820ead04b95ffa4e14a2b078c70d37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arisdfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
